Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan

Bogor - Pertanian merupakan sektor penting yang menjadi tulang punggung bagi perekonomian Indonesia. Namun sektor pertanian masih mengalami banyak hambatan dalam kegiatannya sehingga belum mampu secara maksimal bersaing dengan produk pertanian negara lain. Salah satu aspek penting yang perlu diperbaiki untuk memaksimalkan keunggulan produk terletak pada pengolahan pasca panen hasil pertanian. Saat ini penanganan pasca panen dan pengolahan produk hortikultura masih bersifat tradisional sehingga mengakibatkan tingkat kerusakan dan kehilangan cukup tinggi. Pengepakan dan pengangkutan belum dilakukan dengan baik sehingga mengakibatkan kerusakan produk. Pasalnya, sebagian besar petani Indonesia masih bersifat tradisional dalam penanganan pasca panen produk pertanian, sehingga banyak mengalami penyusutan kualitas dan kuantitas yang berdampak terhadap nilai jual. Di sisi lain, pengetahuan dan keterampilan petani dalam bidang pengolahan hasil masih sangat minim, sehingga tidak dapat meningkatkan nilai tambah. Kelembagaan pasca panen yang belum berkembang, terbatasnya sarana prasarana pasca panen, dan belum mantapnya kemitraan usaha antara produsen dan industri juga menjadi salah satu faktor penyebab kurang berkembangnya pengolahan pasca panen hasil pertanian. Dengan kondisi tersebut Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan membawa petani dalam rangka penguatan kerjasama dan informasi ke Kabupaten Bandung

Penekanan Materi selama Bimbingan Teknis, membahas segala hal mengenai :

Manajemen  Rumah Pengemasan (PHO) Sayuran

-       PHO  adalah lembaga yang melakukan kegiatan  pasca   panen primer,  meliputi Penerimaan bahan baku, Sortasi, Penanganan segar (pembersihan, pencucian, penirisan), Pengolahan minimal, Grading, Pengemasa, Penyimpanan dan distribusi

-       Perannya, sebagai lembaga yang menyediakan produk sesuai keinginan konsumen/pasar.

-       Sifatnya “BY ORDER” (sesuai permintaan)

-       Langkah operasional PHO

  1. Susun personil pengelola;
  2. Tentukan komoditas yang akan ditangani
  3. Kenali pasar dan syarat produknya
  4. Tentukan pasar dan kapasitas produksinya;
  5. Susun rencana operasional (mulai dari pengadaan bahan
  6. baku sampai distribusi);
  7. Susun rencana kebutuhan sumber daya; dan

Susun Standar Prosedur Operasional Penanganan Pascapanen

Paparan dan temu teknis dengan perangkat dinas terkait dan pelaku usaha menjadikan penumbuhan optimisme pelaku usaha Hortikultura di Kabupaten Bogor semakin meningkat.





Kalender Kegiatan

REB
28
Pasar Tani

Diselenggarakan pasar tani secara berkala setiap bulan


Lokasi : Halaman Kantor Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Bogor
DES
02
Pasar Tani

Diselenggarakan secara berkala setiap bulan


Lokasi : Kantor Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bogor
NOV
04
Pasar Tani

Diselenggarakan pasar tani Bulan November 2016 secara berkala tiap bulan


Lokasi : Kantor Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bogor
OCT
07
Pasar Tani

Diselenggarakan pasar tani Bulan Oktober 2016 secara berkala tiap bulan


Lokasi : Kantor Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bogor
SEPT
09
Pasar Tani

Diselenggarakan pasar tani Bulan September 2016 secara berkala tiap bulan


Lokasi : Kantor Dinas Pertanian dan Kehutanan Kabupaten Bogor
pohon
Bogor Coffee Festival 2016
Barista Competition
2017 © Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan